bang's posts with tag: homo ludens
|  | Amrus Natalsya dkk mendirikan Sanggar Bumi Tarung (SBT) di Gampingan, Yogyakarta pada 1961. Mereka mengabdikan karya seni rupa kepada perjuangan kaum buruh dan tani melawan penindasan dan ketidakadilan. Ciri khasnya, pembawa Seni Rupa Perlawanan dan penganut Realisme Revolusioner yang dianggap berbeda dengan realisme sosial kritis yang diusung artis-artis Sanggar Pelukis Rakyat, Seniman Muda Indonesia, dan Persagi pada waktu itu.
Ideologinya jelas, bahwa seni itu mesti berpihak. Seni tidak semata-mata urusan estetika. Seni untuk seni adalah adalah kredo melarikan diri (escapism) dari realitas kerakyatan yang tertindas hak-haknya. Ini bukan berarti estetika tidak penting. Hanya saja estetika harus tunduk pada realisme sosialis, karena mendewakan estetika merupakan sikap menyerah dan tak siap memikul tanggung jawab sebagai warga dan sebagai seniman. Kemanjaan seperti itu tidak punya tempat di bumi Indonesia yang masih penuh ketidakadilan sosial yang tajam. Sanggar Bumi Tarung-pun berafiliasi dengan Lekra.
Pilihan perjuangan, politik, dan ideologi mereka membawa konsekuensi pasca meledaknya tragedi nasional 1965. Mereka ditangkap dan ditahan, karya-karyanya dimusnahkan atau dilarang ditampilkan kepada publik. SBT tak pernah terungkap dalam sejarah seni rupa Indonesia yang terhegemoni.
Toh, aktivitas seni masing-masing anggota tetap eksis walau dalam ruang yang makin sempit dan terhimpit. Kini, 46 tahun setelah pameran pertama pada 1962, SBT menggelar pameran kedua di Galeri Nasional Indonesia pada 19-29 Juni 2008. C'est magnifique! |
| |
|