si hoc non legere potes tu asinus es

Photo AlbumARTIS-ARTIS LEKRAJun 22, '08 9:47 AM
for everyone
Amrus Natalsya dkk mendirikan Sanggar Bumi Tarung (SBT) di Gampingan, Yogyakarta pada 1961. Mereka mengabdikan karya seni rupa kepada perjuangan kaum buruh dan tani melawan penindasan dan ketidakadilan. Ciri khasnya, pembawa Seni Rupa Perlawanan dan penganut Realisme Revolusioner yang dianggap berbeda dengan realisme sosial kritis yang diusung artis-artis Sanggar Pelukis Rakyat, Seniman Muda Indonesia, dan Persagi pada waktu itu.

Ideologinya jelas, bahwa seni itu mesti berpihak. Seni tidak semata-mata urusan estetika. Seni untuk seni adalah adalah kredo melarikan diri (escapism) dari realitas kerakyatan yang tertindas hak-haknya. Ini bukan berarti estetika tidak penting. Hanya saja estetika harus tunduk pada realisme sosialis, karena mendewakan estetika merupakan sikap menyerah dan tak siap memikul tanggung jawab sebagai warga dan sebagai seniman. Kemanjaan seperti itu tidak punya tempat di bumi Indonesia yang masih penuh ketidakadilan sosial yang tajam. Sanggar Bumi Tarung-pun berafiliasi dengan Lekra.

Pilihan perjuangan, politik, dan ideologi mereka membawa konsekuensi pasca meledaknya tragedi nasional 1965. Mereka ditangkap dan ditahan, karya-karyanya dimusnahkan atau dilarang ditampilkan kepada publik. SBT tak pernah terungkap dalam sejarah seni rupa Indonesia yang terhegemoni.

Toh, aktivitas seni masing-masing anggota tetap eksis walau dalam ruang yang makin sempit dan terhimpit. Kini, 46 tahun setelah pameran pertama pada 1962, SBT menggelar pameran kedua di Galeri Nasional Indonesia pada 19-29 Juni 2008. C'est magnifique!

L2R: Misbach Tamrin, Amrus Natalsya, Adrianus Gumelar
 2 Comments 
1962 DRINKING WATER/Amrus Natalsya
  
1965 BAHAGIA SELEPAS PANEN/Sabri Jamal
  
1965 PABRIK GULA/Sabri Djamal
  
1967 IBU DAN ANAK/Hardjija Pujanadi
  
1990 CUCU VETERAN/Djoko Pekik
  
2001 TKW PAMITAN/Djoko Pekik
 2 Comments 
2002 INDONESIA BERDUKA/Hardjija Pujanadi
  
2004 KENANGAN DARI PRAM/Misbach Tamrin
  
2005 BAHTERA INDONESIAKU/Amrus Natalsya
  
2005 BAHTERA INDONESIAKU/Amrus Natalsya
  
2006 CONTAINER TKW/Misbach Tamrin
  
2007 ANAK-ANAK KITA/Hardjija Pujanadi
  
2008 EKSEKUSI TANPA YUDISI/Sudiyono
  
2008 PERJALANANKU/Amrus Natalsya
  
2008 SEJARAH TIDAK PERNAH MELUPAKAN RAKYAT/Amrus Natalsya
  
2008 WAJAH MUNIR/DJ. M. Gultom
  
INTEROGASI/Amrus Natalsya
  
MENCARI BATU KAPUR DI NUSA KAMBANGAN/Sudiyono SP
  
N.N.
  
PENGGUSURAN/Misbach Tamrin
  
TETES AIR MATA IBU PERTIWI/Misbach Tamrin
  
TRIP/Sudjatmoko
  
YANG TERCERAI/Adrianus Gumelar
  
Amrus Natalsya dan "Mengejar Harimau"(2008)
  
Misbach Tamrin dan "Trisakti 1998" (2006)
  
Adrianus Gumelar dan "Aku di antara Kami" (2007)
  


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
misteriousart wrote on Jun 22
gokil...keren banget nih! wajib dateng nih gue...
sisyphuswashappy wrote on Jun 22
wajib dateng
yup! that's the keyword. mereka sedang bikin sejarah. don't miss it.
dettadwi wrote on Jun 22
gue dateng ke pembukaannya.. tp ndak sempet masuk ke galerinya... semangat mereka keren banget emang... nice pic.. thx for sharing
pelacur wrote on Jun 23
eits.. pasti hadir orang ini.. kekekeke
sisyphuswashappy wrote on Jun 23
nice pic
gw kan cuma ngrepro doang det:)
lovestrange wrote on Jun 23
The Internationale

Arise ye workers [starvelings] from your slumbers
Arise ye prisoners of want
For reason in revolt now thunders
And at last ends the age of cant.
Away with all your superstitions
Servile masses arise, arise
We'll change henceforth [forthwith] the old tradition [conditions]
And spurn the dust to win the prize.

So comrades, come rally
And the last fight let us face
The Internationale unites the human race.
So comrades, come rally
And the last fight let us face
The Internationale unites the human race.

No more deluded by reaction
On tyrants only we'll make war
The soldiers too will take strike action
They'll break ranks and fight no more
And if those cannibals keep trying
To sacrifice us to their pride
They soon shall hear the bullets flying
We'll shoot the generals on our own side.

No saviour from on high delivers
No faith have we in prince or peer
Our own right hand the chains must shiver
Chains of hatred, greed and fear
E'er the thieves will out with their booty [give up their booty]
And give to all a happier lot.
Each [those] at the forge must do their duty
And we'll strike while the iron is hot.
dettadwi wrote on Jun 23
is still nice.. hahaha..
maksud gue lo bisa dapet lukisan dan pelukisnya gituh, pak...
eh djoko pekik ndak ada fotonya?
dewideme wrote on Jun 23
mau ke sini downg, ajak downg downg..
sisyphuswashappy wrote on Jun 23
eh djoko pekik ndak ada fotonya?
sayangnya dia ga ada pas gw ke sana
sisyphuswashappy wrote on Jun 23
ajak downg downg..
kapan ke jkt? kamu sibuk mulu di bandung
sisyphuswashappy wrote on Jun 23
The Internationale
mari kita aransemen dan ditampilkan desember tahun ini pada sebuah pesta pernikahan:)
sisyphuswashappy wrote on Jun 23, edited on Jun 23
pelacur said
eits.. pasti hadir orang ini.. kekekeke
lo emang akrab sekali dengan ex-tapol "pki"
dewideme wrote on Jun 27
kapan ke jkt? kamu sibuk mulu di bandung
ihh siapa juga yang syibuk.. bali, kalimantan, lalalala.. kapan bandungnya...huhuhuhuhu..*nangis guling2*
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help