
so called pakar telematika roy suryo ngomong foto munarman mencekik dan bripka iskandar mengacungkan pistol pada insiden monas 1 juni dijepret orang yang sama pada jumpa pers di mapolda metro jaya. foto munarman diberikan ke akkbb, foto bripka iskandar diberikan ke fpi. lihat detik.com 24/06/2008 22.45 WIB.
analisanya, foto dibuat dengan kamera d200 dan pake lensa canon 18-200mm. masalahnya belum ada converter buat kamera nikon digital biar bisa pake lensa canon. kalo sebaliknya ada. apakah si pemotret ini orang yang sangat handy, bikin sendiri converter itu, sehingga menjadi satu2nya orang di dunia yang punya? kalo dia mau masarin bisa cepet tuh dapet duit karena ga sedikit nikonian yang mau mencicipi lensa l series canon...

kalo asumsinya dia emang punya converter itu, ada masalah lain. canon ga punya lensa 18-200mm! canon pelit ngeluarin hyperzoom, ga kaya nikon. apakah ini lensa terbaru canon yang canon sendiri ga tau?!?!
lagi-lagi masalah. file foto punya exif data. dari situ bisa ketauan kamera digital apa yang dipake. termasuk no mesinnya. jadi bisa dilacak siapa pemilik kamera itu (kalo dapetnya dari distributor resmi di indonesia ya...bukan bm). tapi...kita ga bisa tau benar lensa apa yang dipake. exif data hanya bisa menunjukkan focal length (fl) yang dipake saat ngejepret.
misalnya pas ngejepret fl diset di posisi 35mm. dari fl ini -kecuali nanya sama yang motret- ga jelas lensa apa yang dipake, zoom atau fixed/prime? kalo zoom, yang mana? canon misalnya punya 18-55mm, 17-40mm, 16-35mm, 24-70mm, 28-135mm, 35-350mm dll. yang mana? itu bisa ketauan lensa fixed/prime 35mm canon misalnya, kalo aperture yang dipake rangenya 1.4-2.5.
btw, ada si lensa 18-200mm yang dikeluarin 3rd party for canon, misalnya tamron 18-200. namun analisa roy suryo menunjukkan itu lensa canon. exif data ga bisa baca merk lensa kaleee....lagian kalo ada orang yang pake kamera nikon tapi pake lensa 3rd party buat canon padahal ada yang buat nikon, absurd banget. dengan converter yang saat ini belum ada pula. tapi, ada si di kepala you-know-who...
dia kemudian ngomong gini: "kedua foto tersebut setelah di-zoom, dan dari cetakan gambar dan tertangkap video dengan posisi yang sama". ngerti? enngggaaaaaaaa. ini pernyataan terbaik yang bisa dicetuskan pakar? atau reporternya yang ga becus membahasakannya? mmm, tugas jurnalis itu kasi informasi. jadi ga pas kalo informasi ga mudah dicerna. kalo gw bilang, ini reporternya 'sengaja' milih quotes yang meaningless gini. ntah apa motifnya.
satu lagi keterangan roy suryo yang asik: "itu fotografer profesional. setelah dicetak dan di-scan, dia memisah mana yang dikirim ke akkbb, mana yang dikirim ke fpi, mana yang dikirim ke polisi". ini sih penghasut profesional! fotografer profesional itu simpelnya orang yang menghidupi dirinya seluruhnya atau sebagian besar dari memotret. udah. ga perlu kasi embel2 kasi foto ke akkbb, fpi, dan polisi.
trus orang macam apa yang cetak foto trus nge-scan foto cetakan baru dikasi ke pihak2 tertentu? secara dia pake kamera digital, dia bisa nyebar foto dalam bentuk file tanpa perlu cetak. kalo orang ini merasa perlu begitu, yang bisa kita bilang dia orang yang mau menyembunyikan diri. kalo yang ada di tangan roy suryo adalah hasil scan-nya, setau gw data foto udah ga kelacak...yang masih bisa kebaca cuma data scanning. yah, secara dia pakar getoh...
anyway gw salut karena roy suryo berani menunjukkan "kepakarannya". proficiat!
ps: malam2 ketawa sendirian

r.s makin benci blogger dah...eh, hacker kkkekeeekkkekee