si hoc non legere potes tu asinus es

Blog Entrysi vis pacem, para bellumMay 26, '08 6:46 AM
for everyone
seandainya para mahasiswa memang melempar bom molotov serta melakukan aksi kekerasan lainnya ketika berhadapan dengan aparat saat melakukan demo anti kenaikan bbm, saya rasa mereka sudah melakukan pilihan komunikasi yang tepat karena kita semua tahu bagaimana bisa berkomunikasi secara intelek dengan aparat.

dewideme wrote on May 26
cukup satu kalimat saja dari kamyu, untuk bikin nyeri hate (eh apa udah kebas ya?) aparat keamanan, yang memang hanya menguasai satu bahasa = kekerasan. hueheheeee
karonkeren wrote on May 26
kurang tepat ... semestinya bom rakitan
jadi beli beberapa gram trinitrogliserin jeli di apotek [nyogok apotekernya], larutkan dengan alkohol dan pasang serbuk mesiu dari korek api buat penghubungnya, dan buat penghantar sambung sama kabel trus sambungkan kabel dengan aki buat pemicunya ... pasang di tempat strategis dan siap ledakkan ... hehehe
selamat mencoba
pelacur wrote on May 26
asikk.. ikut school of war ah..
sisyphuswashappy wrote on May 26
ah, ini cuma cara melihat yang sederhana dari kacamata komunikasi lintas budaya. i'm on my own side;p
dettadwi wrote on May 27
:)
semua orang punya cara komunikasinya masing2 ...
tapi bukannya yang penting dari komunikasi adalah sampai atau tidaknya pesan...

atau sekarang komunikasi udah tidak lagi mengenai hal itu, ya?
sisyphuswashappy wrote on May 27
tapi bukannya yang penting dari komunikasi adalah sampai atau tidaknya pesan...
mazhab school of process nih?
h706a wrote on May 27
mazhab school of process
kalo dari mazhab event organizer, coverage medianya sukses..
sisyphuswashappy wrote on May 27
h706a said
mazhab event organizer
bukannya mazhab intel asing ya? tau maunya media: bad news is good news...btw, aparat n intel masih demen bikin hantu ya seperti provokator asing, intel asing...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help